KENALI GEJALA STRES PADA ANAK

Hai Ayah dan Ibu, Yuk Kenali Tanda-tanda Anak sedang Stres

 

Tak hanya orang dewasa, stres juga bisa dirasakan anak-anak. Ketika hal itu terjadi pun ada beberapa tanda yang dimunculkan anak. Untuk itu, ada baiknya orang tua lebih mengenali lagi perubahan apa yang dialami anak sehingga stres yang jika benar dialami anak, bisa diatasi sedini mungkin.

Dikutip dari NetDoctor, data dari YoungMinds, badan amal untuk kesehatan mental anak di Inggris, menunjukkan 1 dari 10 anak usia 5-16 tahun mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, cemas berlebih, dan depresi. Satu dari tiga anak juga dilaporkan mengalami gejala yang makin parah.

"Seperti orang dewasa, stres juga bisa disebabkan pengalaman buruk seperti bullying, persaingan antar saudara, orang tua yang bercerai, tekanan dari lingkungan sekitar, atau pindah rumah. Memang hal ini merupakan bagian dari fase hidup anak tapi jika sampai mengakibatkan efek buruk bagi anak, maka orang tua perlu wasapda," tutur ketua International Stress Management Association, Carole Spiers.

Ada tanda-tanda yang dapat dialami anak dan terlihat oleh orang tua, yakni sebagai berikut:

1. Anak ingin bolos sekolah

"Anak ingin bolos sekolah mungkin wajar jika sesekali. Tapi jika terus-terusan terjadi. Orang tua mesti waspada. Banyak hal yang bisa membuat anak stres di sekolah dan membuatnya ingin bolos. Misalnya ujian, intimidasi di sekolah, bullying, atau tekanan dari orang tua serta guru," kata konsultan psikiatri anak dan remaja, Geraldine Walford.

2. Prestasi menurun

Stres yang dialami anak juga memengaruhi prestasi belajarnya. Salah satu tanda yang bisa dilihat adalah penurunan prestasi, misalnya nilai tugas anak yang menurun drastis dan tidak seperti biasanya. Data dari National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) menujukkan kekhawatiran akademik adalah penyebab stres pada hampir 50 persen anak sekolah.

3. Kebiasaan makan berubah

Seperti orang dewasa, makanan juga bisa jadi pelarian ketika anak stres. Ada dua perbedaan yang terjadi yaitu anak lebih banyak makan agar mereka mendapat kenyamanan atau anak justru tidak memiliki nafsu makan.

4. Anak mengatakan dirinya sakit secara fisik

Sakit fisik memang bisa timbul akibat stres, sebut saja sakit kepala atau sakit perut. Jika hal ini sering terjadi pada anak atau intensitasnya meningkat di saat tertentu seperti jelang ujian, bisa jadi anak mengalami stres. Perilaku fisik juga bisa menunjukkan anak sedang stres, misalnya ia jadi lebih gelisah.

5. Tidak tidur sepanjang malam

Anak yang stres cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk. Bahkan, hal terburuk yang bisa terjadi yakni anak mengompol. Jika di siang hari anak cepat lelah atau mengantuk, perlu ditilik lagi bagaimana pola tidur malam anak.

6. Punya pandangan negatif

Anak terlihat sedih, bahagia, atau justru nakal? Hal itu bisa saja sebagai bentuk cara mereka mencari perhatian Anda. Namun, menurut Carole seringkali orang tua menganggap kesedihan yang dialami anak hanya sebagai bentuk cari perhatian saja, apalagi jika orang tua mereka bekerja.

"Jika tanda-tanda itu Anda lihat pada anak, coba dekati dia dan ajak dia mengobrol. Jika anak mengatakan tidak ada apa-apa, maka ajak mereka memiliki quality time bersama Anda sehingga anak bisa lebih terbuka pada Anda," kata Carole memberi saran

0 Komentar

Komentar Anda

Reply to the post


Visual CAPTCHA Masukkan kode validasi

Untuk masalah keamanan, kami akan menyimpan alamat IP Komputer anda